JAKARTA - Persiapan petugas haji Indonesia menghadapi musim haji 1447 H/2026 M mendapat perhatian serius DPR RI. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjadi fokus utama untuk memastikan kualitas layanan bagi jemaah haji.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid, menekankan pentingnya diklat sebagai fondasi pembekalan petugas. Ia menegaskan, petugas yang profesional dan berkompeten sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan operasional di lapangan.
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Diklat PPIH Tahun 1447H/2026M memiliki peran yang sangat strategis dalam melayani jemaah haji,” ujar Abdul Wahid saat pembukaan Diklat PPIH.
Abdul Wahid menjelaskan, setiap petugas PPIH yang diangkat dan ditetapkan oleh Menteri wajib mengikuti pembekalan komprehensif. Materi diklat meliputi pembinaan, pelayanan, perlindungan, serta koordinasi pelaksanaan operasional ibadah haji selama berada di Arab Saudi.
Tujuan utama diklat adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petugas haji. Dengan kapasitas yang meningkat, petugas diharapkan mampu menjalankan tugas secara efektif, efisien, dan profesional.
“Peningkatan kapasitas ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kinerja pribadi petugas sekaligus kinerja Kementerian Haji dan Umrah secara keseluruhan. Selain itu, diklat juga menjadi sarana pengembangan potensi diri petugas dalam menghadapi perubahan dan tantangan selama bertugas di Arab Saudi,” jelasnya.
Abdul Wahid berharap seluruh petugas PPIH Arab Saudi fokus menjalankan tugas pokoknya. Ia menekankan pelayanan yang adil, aman, dan nyaman agar jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan meraih haji mabrur.
Perbaikan berkelanjutan juga menjadi sorotan DPR dalam penyelenggaraan ibadah haji. Standar pelayanan, mulai dari penerbangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga keamanan harus selalu ditingkatkan.
Dalam arahannya, Abdul Wahid mengingatkan bahwa melayani jemaah adalah tugas utama yang mulia. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antarpetugas untuk menghadapi kendala yang mungkin muncul selama bertugas.
“Utamakan melayani jemaah haji. Bangun koordinasi dan kerja sama dengan sesama petugas apabila menghadapi kesulitan. Segera laporkan kepada pimpinan jika terdapat hal-hal yang membutuhkan penanganan ekstra dan keputusan cepat,” pesannya.
Diklat PPIH Arab Saudi juga menjadi sarana menanamkan nilai profesionalisme bagi petugas haji. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan, mereka lebih siap menghadapi dinamika pelayanan ibadah haji.
Selain aspek teknis, diklat menekankan pentingnya pengembangan karakter petugas. Integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab menjadi prinsip utama yang ditanamkan selama pelatihan.
Abdul Wahid menyampaikan bahwa diklat ini merupakan bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan haji. Petugas yang kompeten diharapkan mampu menjawab tantangan logistik, cuaca ekstrem, hingga kepadatan jemaah di Tanah Suci.
Koordinasi antarinstansi terkait menjadi kunci keberhasilan PPIH. Setiap keputusan cepat dan akurat sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah haji.
Selain itu, Diklat PPIH Arab Saudi membantu membangun budaya kerja sama antarpetugas. Solidaritas dan komunikasi efektif menjadi modal penting dalam menghadapi situasi darurat atau masalah di lapangan.
Pelatihan ini juga memberi pemahaman tentang standar pelayanan haji yang diakui internasional. Dengan demikian, kualitas layanan Indonesia diharapkan setara dengan negara lain yang menyelenggarakan ibadah haji.
Abdul Wahid menegaskan bahwa penguatan kapasitas petugas haji bukan sekadar formalitas. Diklat ini merupakan langkah strategis untuk membangun kepercayaan jemaah terhadap kualitas pelayanan Indonesia.
Para peserta diklat juga diberikan pemahaman mengenai pengendalian risiko. Hal ini mencakup mitigasi gangguan kesehatan, keamanan, hingga manajemen transportasi selama masa ibadah haji.
Selain pengembangan teknis, diklat mengajarkan pentingnya etika dan komunikasi yang baik. Sikap ramah dan penuh empati terhadap jemaah menjadi prioritas utama.
DPR berharap Diklat PPIH Arab Saudi menjadi model pembekalan yang terus diperbarui. Setiap musim haji, program ini diharapkan mampu menyesuaikan dengan kondisi terkini di Tanah Suci.
Keseriusan pemerintah dalam menyiapkan petugas haji mencerminkan perhatian pada kualitas layanan secara keseluruhan. Petugas yang handal akan berdampak positif pada kepuasan dan keselamatan jemaah.
Melalui diklat ini, Indonesia menegaskan komitmen untuk menyediakan pelayanan haji terbaik. Setiap petugas yang terlatih menjadi bagian dari upaya mewujudkan haji aman, nyaman, dan mabrur bagi seluruh jemaah.
Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M menjadi bukti konkret bahwa persiapan dan profesionalisme petugas haji mendapat perhatian serius. Strategi ini diharapkan mendukung keberhasilan ibadah haji yang terencana dan berkualitas tinggi.
Dengan bekal yang diperoleh selama diklat, para petugas siap menghadapi tantangan di lapangan. Layanan haji Indonesia pun diproyeksikan meningkat, menciptakan pengalaman ibadah yang lebih aman dan nyaman bagi jemaah.
Abdul Wahid menutup arahannya dengan menekankan bahwa tugas mulia ini membutuhkan kesungguhan dan tanggung jawab tinggi. Petugas yang terlatih dengan baik menjadi penjamin kualitas pelayanan haji Indonesia di Tanah Suci.