JAKARTA - Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah dalam merencanakan kebutuhan modal. Program Kredit Usaha Rakyat kembali hadir sebagai solusi pembiayaan yang dinilai paling realistis untuk menopang aktivitas usaha.
Keberlanjutan KUR di tahun 2026 disertai kebijakan baru yang lebih menenangkan pelaku UMKM. Pemerintah memastikan skema pembiayaan tetap berpihak pada usaha produktif dengan bunga yang stabil dan terjangkau.
Salah satu bank yang langsung aktif menyalurkan KUR sejak Januari 2026 adalah BNI. Bank ini menawarkan kepastian cicilan melalui bunga flat 6 persen per tahun untuk seluruh jenis pengajuan.
Dengan bunga yang seragam, pelaku usaha dapat menyusun perencanaan keuangan tanpa rasa khawatir. Cicilan menjadi lebih mudah diprediksi karena tidak berubah sepanjang masa pinjaman.
Artikel ini menyajikan gambaran lengkap mengenai KUR BNI 2026 sebagai bahan pertimbangan sebelum mengajukan kredit. Pembahasan mencakup kebijakan bunga, peran bank, jenis pinjaman, tabel angsuran, hingga keunggulan program.
Kebijakan Bunga KUR 2026 yang Lebih Konsisten
Pemerintah Republik Indonesia menetapkan bunga Kredit Usaha Rakyat sebesar 6 persen per tahun untuk seluruh pengajuan di 2026. Ketentuan ini berlaku merata tanpa membedakan nasabah baru maupun lama.
Penetapan bunga tunggal ini bertujuan menciptakan kepastian biaya pembiayaan. Pelaku UMKM tidak lagi dibayangi risiko kenaikan cicilan saat mengajukan pinjaman lanjutan.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menegaskan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk keadilan akses pembiayaan. Setiap pelaku usaha mendapat perlakuan yang sama dalam perhitungan bunga.
Kebijakan ini juga membuka ruang lebih luas bagi UMKM yang memiliki performa usaha baik. Kesempatan memperoleh tambahan modal kerja atau investasi menjadi semakin besar.
Dengan bunga yang ringan dan tetap, pelaku usaha dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis. Beban keuangan menjadi lebih terkendali karena perhitungan cicilan bersifat transparan.
BNI sebagai Penyalur KUR di Tahun 2026
Sebagai bank yang tergabung dalam Himbara, BNI kembali dipercaya menyalurkan KUR pada 2026. Layanan ini telah dibuka sejak awal Januari melalui berbagai kanal.
Pengajuan KUR BNI dapat dilakukan melalui kantor cabang maupun layanan digital resmi. Fleksibilitas ini memudahkan pelaku usaha di berbagai daerah.
Pengalaman panjang BNI dalam menyalurkan KUR menjadi nilai tambah tersendiri. Bank ini dikenal memiliki jaringan luas hingga wilayah pelosok.
Proses pengajuan di BNI relatif cepat bagi usaha yang memenuhi kriteria. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal segera.
Fokus pembiayaan BNI tetap diarahkan pada kegiatan produktif. Bank memastikan dana KUR digunakan untuk usaha yang memiliki potensi berkembang.
Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil secara berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM dapat naik kelas.
Ragam Jenis dan Plafon KUR BNI 2026
BNI menyediakan beberapa jenis KUR yang disesuaikan dengan skala usaha. Setiap skema dirancang untuk menjawab kebutuhan modal yang berbeda.
KUR Super Mikro ditujukan bagi usaha pemula dengan kebutuhan dana terbatas. Plafon maksimal Rp10 juta cocok untuk usaha rumahan atau pedagang kecil.
Skema ini membantu pelaku usaha yang baru merintis agar memiliki akses permodalan. Modal kecil diharapkan menjadi pijakan awal pengembangan usaha.
KUR Mikro menawarkan plafon lebih luas mulai Rp10 juta hingga Rp100 juta. Tenor maksimal pinjaman ini mencapai 36 bulan tanpa agunan tambahan.
Produk ini menjadi pilihan favorit usaha mikro yang sudah berjalan stabil. Fleksibilitas plafon memberikan ruang ekspansi usaha secara bertahap.
Untuk kebutuhan modal yang lebih besar, tersedia KUR Kecil. Plafon pinjaman berkisar Rp100 juta hingga Rp500 juta dengan tenor lebih panjang.
Pada skema ini, umumnya diperlukan jaminan sesuai ketentuan bank. KUR Kecil menyasar usaha kecil yang telah berkembang dan membutuhkan investasi lanjutan.
BNI juga menyediakan KUR Penempatan PMI. Produk ini khusus untuk pembiayaan calon Pekerja Migran Indonesia dengan plafon hingga Rp100 juta.
Selain KUR, BNI memiliki produk pembiayaan alternatif lainnya. Pilihan ini memberi fleksibilitas bagi pelaku usaha dengan kebutuhan khusus.
Simulasi Tabel Angsuran KUR BNI 2026
Besaran cicilan KUR BNI 2026 ditentukan oleh jumlah pinjaman dan tenor. Simulasi ini memberikan gambaran awal sebelum pengajuan resmi.
Untuk pinjaman Rp25 juta dengan tenor 12 bulan, cicilan sekitar Rp2.186.287 per bulan. Jika memilih tenor 36 bulan, cicilan turun menjadi Rp794.993.
Pada tenor terpanjang 60 bulan, cicilan pinjaman Rp25 juta sekitar Rp518.959 per bulan. Skema ini cocok bagi usaha dengan arus kas terbatas.
Pinjaman Rp50 juta memiliki cicilan sekitar Rp4.372.574 untuk tenor 12 bulan. Pada tenor 36 bulan, cicilan menjadi Rp1.589.987.
Jika memilih tenor 60 bulan, cicilan Rp50 juta berada di angka Rp1.037.918 per bulan. Pilihan tenor panjang memberikan beban lebih ringan.
Untuk pinjaman Rp100 juta, cicilan 12 bulan sekitar Rp8.745.148 per bulan. Tenor 36 bulan menghasilkan cicilan Rp3.179.973.
Pada tenor 60 bulan, cicilan pinjaman Rp100 juta sekitar Rp2.075.836 per bulan. Angka ini bersifat simulasi dan dapat berubah.
Besaran cicilan akhir tergantung hasil analisis kelayakan usaha. Kebijakan internal BNI juga memengaruhi persetujuan pinjaman.
Syarat Umum Pengajuan KUR BNI 2026
Calon debitur KUR BNI 2026 harus memenuhi persyaratan dasar. Ketentuan ini bertujuan memastikan kelayakan penerima kredit.
Pemohon wajib berstatus Warga Negara Indonesia. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah menjadi syarat utama.
Usaha yang diajukan harus aktif minimal enam bulan. Ketentuan ini menunjukkan usaha telah berjalan dan memiliki aktivitas nyata.
Dokumen identitas seperti e-KTP dan Kartu Keluarga wajib dilampirkan. Bagi yang menikah, surat nikah juga diperlukan.
Legalitas usaha dibuktikan melalui NIB atau surat keterangan usaha. Dokumen ini menjadi bukti keberadaan usaha secara administratif.
NPWP diwajibkan untuk pinjaman di atas Rp50 juta. Agunan diperlukan untuk pinjaman tertentu sesuai plafon.
Pemohon tidak sedang menerima kredit produktif lain dari bank. Pengecualian diberikan untuk kredit konsumtif yang lancar.
Mekanisme Pengajuan KUR BNI 2026
Pengajuan KUR BNI 2026 dapat dilakukan secara online. Calon debitur mengisi formulir melalui layanan eform resmi.
Data diri dan informasi usaha diunggah secara digital. Petugas BNI akan melakukan verifikasi dan survei usaha.
Bagi yang memilih cara offline, pengajuan dilakukan di kantor cabang BNI terdekat. Proses meliputi pengisian formulir dan wawancara singkat.
Baik online maupun offline, proses persetujuan memakan waktu sekitar 3 hingga 7 hari kerja. Kelengkapan dokumen sangat memengaruhi kecepatan proses.
Keunggulan KUR BNI 2026 bagi UMKM
KUR BNI 2026 menawarkan bunga rendah dan tetap 6 persen per tahun. Kepastian ini memberikan rasa aman bagi pelaku usaha.
Tenor pinjaman fleksibel hingga 60 bulan. Plafon pinjaman mencapai Rp500 juta untuk usaha yang memenuhi kriteria.
Proses pengajuan relatif cepat dan mudah. Dana dapat digunakan untuk modal kerja maupun investasi usaha.
Dengan skema tersebut, KUR BNI 2026 menjadi pilihan strategis bagi UMKM. Program ini membantu pengembangan usaha tanpa tekanan cicilan berlebih.