JAKARTA - Upaya memperkecil jurang antara ketersediaan talenta berkualitas dengan kebutuhan sektor industri terus dipacu oleh Pemerintah Indonesia.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui kerja sama strategis antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) dengan PT Markija Berdaya Bersama. Sinergi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing kompetitif di level internasional.
Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berfokus pada penyediaan wadah bagi mahasiswa dan alumni pendidikan vokasi untuk menyerap ilmu langsung dari pusat-pusat industri di luar negeri. Hal ini dipandang sebagai solusi jitu untuk menciptakan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini yang digunakan oleh manufaktur global.
Membangun Jembatan Vokasi ke Industri Skala Global
Fokus utama dari nota kesepahaman ini adalah memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk merasakan atmosfer kerja profesional di luar negeri, khususnya di kawasan Eropa. Kerja sama ini mencakup koordinasi dalam rekrutmen, seleksi, hingga pemberangkatan peserta magang yang akan ditempatkan di perusahaan-perusahaan mitra Markija.
Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan, menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan Making Indonesia 4.0. Dengan mengirimkan talenta lokal ke luar negeri, Indonesia secara tidak langsung sedang melakukan investasi pengetahuan. Para peserta diharapkan membawa pulang keahlian teknis (hard skills) dan etos kerja profesional (soft skills) yang dapat langsung diimplementasikan pada industri manufaktur di tanah air.
"Kami menyambut baik kolaborasi dengan Markija Berdaya. Ini adalah langkah strategis dalam menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berwawasan internasional," ujar Arus dalam keterangan resminya. Menurutnya, pengalaman internasional akan memberikan perspektif baru bagi para lulusan vokasi dalam menghadapi tantangan industri masa depan yang semakin kompleks.
Optimalisasi Potensi Mahasiswa Lewat Praktik Kerja Nyata
Program ini tidak hanya menyasar lulusan yang sudah siap kerja, tetapi juga mahasiswa aktif yang ingin mengonversi masa studinya menjadi pengalaman kerja nyata yang diakui. PT Markija Berdaya Bersama memiliki jaringan luas yang memungkinkan mahasiswa Indonesia masuk ke sektor-sektor krusial seperti permesinan, energi terbarukan, hingga teknologi informasi di negara-negara maju.
Dukungan Kemenperin dalam hal ini memastikan bahwa kurikulum yang dijalankan di politeknik atau sekolah vokasi di bawah naungan BPSDMI tetap relevan dengan standar dunia. Dengan adanya payung hukum kerja sama ini, proses birokrasi dan penyelarasan standar kompetensi menjadi lebih mudah. Mahasiswa tidak lagi sekadar belajar teori, tetapi langsung terjun ke lapangan untuk melihat bagaimana inovasi industri dijalankan di negara-negara dengan indeks produktivitas tinggi.
Direktur Utama Markija Berdaya, Heru Dewanto, menyatakan bahwa antusiasme industri di luar negeri terhadap talenta Indonesia cukup tinggi. Namun, diperlukan bimbingan dan wadah yang tepat agar potensi tersebut tersalurkan dengan maksimal. "Tujuan kami adalah menjadi jembatan bagi talenta muda Indonesia untuk meraih standar global, yang nantinya akan memperkuat fondasi ekonomi kita sendiri," ungkap Heru.
Mendorong Transformasi Digital dan Teknologi Manufaktur
Salah satu tantangan terbesar industri nasional saat ini adalah adopsi teknologi digital atau IoT (Internet of Things). Melalui program magang internasional yang difasilitasi oleh Kemenperin dan Markija, para peserta akan terpapar langsung pada otomatisasi tingkat tinggi. Pengetahuan teknis mengenai pengoperasian mesin mutakhir dan sistem manajemen produksi digital menjadi bekal utama yang sangat dicari oleh perusahaan di Indonesia.
Transformasi ini krusial mengingat Indonesia sedang membidik posisi sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia. Tanpa SDM yang mampu mengoperasikan teknologi industri 4.0, target tersebut akan sulit tercapai. Oleh karena itu, kolaborasi ini dipandang sebagai jalur cepat (fast track) untuk melakukan transfer teknologi secara organik melalui tenaga kerja.
Setiap peserta yang kembali dari luar negeri diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan kerja mereka nantinya. Mereka tidak hanya membawa keterampilan teknis, tetapi juga standar keselamatan kerja (K3), disiplin waktu, dan ketelitian yang menjadi ciri khas industri di Eropa. Hal ini secara bertahap akan menaikkan standar kualitas produksi dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk impor.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kemandirian Industri Nasional
Kerja sama antara Kemenperin dan Markija Berdaya ini bukanlah proyek jangka pendek, melainkan komitmen berkelanjutan. Proses pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan hak-haknya serta memperoleh pengalaman yang sesuai dengan bidang studinya. Selain itu, sinkronisasi data lulusan juga terus diperbarui agar penyerapan tenaga kerja setelah masa magang berakhir dapat berjalan mulus.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran terdidik. Dengan membekali mereka dengan sertifikasi internasional dan pengalaman nyata di luar negeri, daya tawar lulusan vokasi Indonesia akan meningkat drastis. Industri dalam negeri pun akan lebih percaya diri untuk melakukan ekspansi karena ketersediaan tenaga ahli yang sudah teruji di level global.
Ke depannya, diharapkan lebih banyak sektor industri yang terlibat dalam skema kerja sama seperti ini. Kemenperin terus membuka pintu bagi mitra strategis lainnya untuk ikut serta membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan yang link and match dengan kebutuhan pasar global. Kemandirian industri nasional hanya bisa dicapai jika fondasi utamanya, yaitu manusianya, telah memiliki mentalitas dan kompetensi juara.